1.1
Pengertian
Bisnis dan Jenisnya
Pada dasarnya setiap manusia pasti memiliki
berbagai kebutuhan untuk tetap dapat menjalankan kehidupannya. Kebutuhan
manusia dapat dipenuhi melalui berbagai barang atau jasa. Dalam era modern
sekarang ini setiap manusia tidak lagi memenuhi kebutuhannya dengan cara
memproduksi atau menghasilkan sendiri semua barang atau jasa yang dibutuhkan.
Tetapi manusia satu sama lain melakukan berbagai aktivitas seperti pertukaran,
perdagangan, jual-beli, penyewaan dan banyak lagi. Semua aktivitas inilah yang
menggambarkan apa yang dinamakan dengan BISNIS.
(Sumber: Perpustakaan Nasional, Irma
Nilasari & Sri Wiludjeng, PENGANTAR BISNIS, Yogyakarta, 2006)
Bisnis diambil dari bahasa inggris yang disebut BUSINESS = SIBUK dalam
arti "sedang sibuk untuk
mengerjakan pekerjaan dan kegiatan yang bisa mendatangkan keuntungan".
(Allan Afuah; 2004)
mendefinisikan bisnis merupakan sekumpulan aktivitas yang dilakukan untuk
menciptakan uang dengan cara mengembangkan dan mentransformasikan berbagai
sumber daya menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen.
Definisi lain
dikemukakan oleh (Musselman dan Jackson; 1992) Bisnis merupakan suatu aktivitas
yang memenuhi kebutuhan dan keinginan ekonomis masyarakat; perusahaan
diorganisasikan untuk terlibat dalam aktivitas tersebut.
Tujuan Bisnis
Tujuan utama bisnis
adalah mencari keuntungan (LABA). Laba dapat memotivasi pelaku bisnis untuk
berani mengambil resiko menanam modal untuk menjalankan bisnis dan bekerja
keras serta mengorbankan waktu untuk memperluas bisnisnya.
Laba adalah uang yang tersisa setelah perusahaan mengurangkan
biaya-biaya untuk memproduksi dan memasarkan barang dan jasa dari penerimanya.
Bisnis membutuhkan laba karena:
- Imbalan bagi pemilik perusahaan yang telah mengambil resiko yang mungkin terjadi dalam kepemilikan suatu bisnis.
- Untuk pertumbuhan bisnis itu sendiri (Re-Investasi)
- Menarik investor baru, agar mendorong pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja & kesejahteraan ekonomi meningkat.
- Laba sebagai insentif atau pendorong untuk bekerja lebih efisien.
- Laba yang dicapai merupakan ukuran standar perbandingan dengan bisnis lainnya.
- Laba akan merupakan penghasilan bagi pemerintah melalui system perpajakan.
Jenis-jenis Bisnis
Monopsoni
Monopsoni, adalah keadaan dimana satu pelaku
usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang
dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas. Kondisi Monopsoni sering terjadi di
daerah-daerah perkebunan dan industri hewan potong (ayam), sehingga posisi
tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen.
Oligopoli
Pasar oligopoli
adalah adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa
perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari
sepuluh.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.
Oligopsoni
Oligopsoni,
adalah keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan
atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar
komoditas.
Monopoli
Pasar monopoli
(dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu
bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu
harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis".
Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya.
Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya.
Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis.
http://id.wikipedia.org/wiki/Monopsoni
http://id.wikipedia.org/wiki/Oligopoli
http://id.wikipedia.org/wiki/Oligopsoni
http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis.
http://id.wikipedia.org/wiki/Monopsoni
http://id.wikipedia.org/wiki/Oligopoli
http://id.wikipedia.org/wiki/Oligopsoni
http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_monopoli
Tujuan
Kebijakan Bisnis
- Tujuan Kebijakan bisnis ada 4, Yaitu :
- Melindungi Usaha Kecil dan menengah
- Melindungi lingkungan hidup sekitar nya
- Melindungi konsumen
- Pendapatan pemerintah
Fungsi Bisnis
Fungsi-fungsi bisnis dilihat dari kepentingan mikro ekonomi
maupun makro ekonomi
- Fungsi Mikro Bisnis
Fungsi mikro bisnis dapat dipandang sebagai kemampuan
aktivitas bisnis dalam memberikan kontribusinya kepada pihak-pihak yang
berperan secara langsung terhadap proses penciptaan nilai (Creation of value),Yaitu :
a.
Pekerja /karyawan. Karyawan merupakan salah satu sumber daya
dan sekaligus input yang berharga yang dimiliki oleh perusahaan. Para pekerja
menginginkan adanya imbalan berupa upah atau gaji yang layak dari hasil kerja
mereka. Sementara manajer menginginkan adanya kinerja yang tinggi yang
ditunjukan oleh besar nya omzet penjualan dan laba.
b.
Dewan komisaris. Biasanya terdiri dari beberapa dan bahkan
ribuan orang yang terlibat di dalamnya. Keterlibatan orang-orang tersebut biasa
kita sebut sebagai pemegang saham.
Dewan komisaris diperlukan untuk mewakili kepentingan para
pemegang saham. Dewan komisaris akan selalu memantau kegiatan dan mengawasi
manajemen, memastikan kegiatan akan berjalan mencapai tujuan.
c.
Pemegang Saham. Para pemegang saham memiliki kepentingan dan
tanggung jawab tertentu terhadap perusahaan. Tanggung jawab tersebut di
dasarkan pada seberapa besar sumbangan (saham)
mereka terhadap perusahaan. Demikian sebaliknya, apabila perusahaan
memperoleh keuntungan maka mereka akan memperoleh imbalan sebesar yang mereka
sertakan.
2. Fungsi Makro Bisnis
Fungsi Makro bisnis dapat dipandang sebagai kemampuan
aktivitas bisnis dalam memberikan kontribusinya kepada pihak-pihak yang
terlibat secara tidak langsung dalam
pembentukan dan pengendalian bisnis. Pihak-pihak yang dimaksud adalah sebagai
berikut :
a.
Masyarakat sekitar perusahaan. Keberadaan perusahaan
diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitarnya sebagai
bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Sebaliknya, perusahaan tidak
diperkenankan melakukan aktivitas bisnis yang dapat merusak kehidupan
masyarakat sekitar, seperti gangguan kesehatan, berkurangnya penghasilan
masyarakat , dan ketakutan akan dampak dari tindakan perusahaan.
b.
Bangsa dan Negara. Tanggung jawab perusahaan terhadap Bangsa
dan Negara diwujudkan dalam kewajibannya dalam membayar pajak yang akan
dipergunakan untuk pembangunan fasilitas, saran dan prasarana termasuk listrik,
air dan jalan yang dibutuhkan.
Sistem Perekonomian
Sistem perekonomian
yang dipakai oleh setiap Negara adalah berbeda-beda, tidak selalu
menggunakannya secara mutlak, tetapi banyak juga yang menggunakannya secara
campuran. Untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya, baik kepada
organisasi maupun individu di Negara tersebut.
Ada 4 bentuk system
perekonomian di dunia, yaitu :
- Kapitalisme
Seseorang bebas untuk memiliki kekayaan , memiliki perusahaan, bersaing
secara bebas dalam pasar, dan menentukan miliknya kemudian. Dalam hubungannya
dengan pasar , seseorang bebas memilih dan membuat barang dan jasa yang
diinginkan. Kebebasan semacam ini disebut laissez
faire.
- Sosialisme
Seseorang secara relative bebas untuk memilih tempat yang diinginkan,
tetapi pemerintah ikut campur tangan dengan berusaha menyesuaikan kebutuhan
individu-individu kepada kebutuhan masyarakat.
- Fasisme
Dalam fasisme, juga disebut negeri
usaha, pemerintah memilik semua industry. Dalam hal ini orang bebas memilih
tempat yang diinginkan atas persetujuan pemerintah.
- Komunisme
Tidak terdapat kekayaan pribadi atau mungkin hanya sedikit dan tidak
terdapat motif keuntungan. Pekerjaan ditentukan oleh Negara, dan setiap orang
bekerja untuk kepentingan masyarakat secara keseluruhan. Pemerintah menentukan
siapa yang boleh memproduksi barang atau jasa, dan macam barang atau jasa apa
saja yang harus dibuat, juga banyaknya, untuk siapa, dan menggunakan alat apa.
Kebebasan politik diawasi secara ketat.
(Sumber: DR. Basu Swastha DH, SE, MBA, Pengantar
Bisnis Modern, Liberty, Yogyakarta, 1993)
Sistem Pasar
Dalam
usaha kita dapat menggunakan beberapa cara tetapi tidak ada jaminan usaha kita akan
berhasil. tetapi dalam melakukan suatu usaha kita harus berani mengambil
resiko. Berikut beberapa cara melakukan usaha, yaitu:
1. Penuhi Kebutuhan Konsumen
Ini
merupakan cara membuka usaha yang paling umum. Jika di kantor Anda membutuhkan
layanan catering, maka Anda bisa membuka usaha catering. Jika warga di sekitar
rumah membutuhkan jasa binatu, wartel, warnet, rental komputer, kursus, dll,
maka Anda buka usaha sesuai kebutuhan mereka tadi. kuncinya, kenali kebutuhan konsumen. Lalu
penuhi dengan harga, kualitas produk, dan pelayanan yang lebih baik. Usaha
berdasarkan kebutuhan konsumen yang
nyata adalah hal prinsip dari semua jenis usaha.
2.
Jual Keunikan
Jika Anda
kreatif dan inovatif, pasti banyak hal baru yang berhasil Anda kreasikan.
Banyak usaha baru dimulai dari penemuan jenis produk, teknologi, sistem, dan
program baru. Jika berhasil menciptakan program
komputer baru misalnya, jangan ragu untuk mematenkan dan menjualnya.
Penemuan baru apalagi khas dan unik sangat berpeluang menembus pasar.
3.
Duplikasi Usaha Lain
Bagi
mereka yang merasa dirinya kurang kreatif dan inovatif, jangan patah arang.
Terkadang ide usaha tersebar di mana-mana. Bahkan di depan mata. Anda hanya
perlu membaca peluang, mengukur potensi, dan berani mengambil resiko. Misalnya
di depan kampus "A" usaha fotokopi laris. Apa salahnya menyainginya
di tempat yang sama? Anda cukup "memfotokopi" usaha itu, plus memberi
sedikit nilai tambah (harga, pelayanan, kecepatan, dan keramahan). Siaplah
bersaing!
4.
Beri Fasilitas Tambahan
Mirip cara
sebelumnya, namun perlu sedikit sentuhan kreatifitas. Misalnya tetangga Anda
membuka penyewaan Play Station. Anda masih bisa menyainginya dengan tambahan
fasilitas atau memperluas penawaran (bar, warnet, wartel, makanan siap saji,
dll) di lokasi yang sama. Hampir setiap waktu ada saja jenis usaha yang lagi
ngetren. Sedikit fasilitas tambahan, Anda pun siap bersaing dengan yang lebih
dulu ada.
5. Jual Keterampilan
Jeli
mengenali bakat orang? Itupun
awal bisnis yang menantang. Banyak orang berbakat yang jika dikembangkan dan
diberi tempat bisa dijual lebih mahal. Tempat-tempat seperti restoran,
toko-toko, salon, kursus, servis, pasar, mal-mal, adalah gudangnya orang
berbakat. Ambil 2-3 pemangkas rambut berbakat dari salon-salon kecil. Sewakan
tempat yang bagus, lengkapi dengan alat, beri brand yang khusus, dan suntik
dengan sistem pelayanan yang sempurna. Anda pun sudah memiliki sebuah usaha
pemangkas rambut yang eksklusif.
Kesempatan Bisnis Atau Usaha
Kesempatan Bisnis atau
Usaha
Dalam barusaha Kita dapat menggunakan beberapa cara tetapi tidak ada jaminan
usaha Kita akan berhasil. Tetapi dalam melakukan suatu usaha Kita harus berani
mengambil resiko. Beberapa cara itu adalah :
1.
Penuhi Kebutuhan Konsumen
Ini merupakan cara buka usaha yang paling umum. Jika di
kantor Anda membutuhkan layanan katering, buka
usaha katering. Jika warga di sekitar rumah membutuhkan jasa
binatu, wartel, warnet, rental komputer, kursus, dll, buka usaha sesuai
kebutuhan mereka tadi. Kuncinya, kenali kebutuhan konsumen. Lalu penuhi dengan
harga, kualitas produk dan pelayanan yang lebih
baik. Usaha berdasarkan kebutuhan konsumen yang nyata adalah hal prinsip
dari semua jenis usaha.
2.
Jual Keunikan
Jika Anda lumayan kreatif dan inovatif, pasti
banyak hal baru yang berhasil Anda kreasikan. Banyak usaha baru dimulai
dari penemuan jenis produk, teknologi, sistem, dan
program baru. Jika berhasil mencipta program komputer baru misalnya,
jangan ragu mematenkan dan menjualnya. Penemuan baru –apalagi
khas dan unik– sangat berpeluang menembus pasar.
3.
Duplikasi Usaha Lain
Bagi mereka yang merasa dirinya kurang kreatif dan
inovatif, jangan patah arang. Terkadang ide usaha tersebar di mana-mana. Bahkan
di depan mata. Anda hanya perlu membaca peluang, mengukur
potensi, dan berani mengambil risiko. Misalnya di depan kampus A usaha
fotokopi laris. Apa salahnya menyainginya di tempat
yang sama? Anda cukup “memfotokopi” usaha itu, plus
memberi sedikit nilai lebih (harga, pelayanan,
kecepatan, keramahan). Siaplah bersaing!
4.
Beri Fasilitas Tambahan
Mirip cara sebelumnya, namun perlu sedikit
sentuhan kreatifitas. Misalnya tetangga Anda membuka penyewaan Play
Station. Anda masih bisa menyainginya dengan tambahan fasilitas atau
memperluas penawaran (bar, warnet, wartel, makanan siap saji, dll) di lokasi
yang sama. Hampir setiap waktu ada saja jenis usaha
yang lagi ngetren. Sedikit fasilitas tambahan, Anda pun siap bersaing dengan
yang lebih dulu ada.
5.
Jual Ketrampilan
Jeli mengenali bakat orang? Itu pun awal bisnis yang menantang. Banyak
orang berbakat yang –jika dikembangkan dan diberi tempat bisa
dijual lebih mahal. Tempat-tempat seperti restoran, toko-toko, salon,
kursus, servis, pasar, mal-mal, adalah gudangnya
orang berbakat. Ambil 2-3 pemangkas rambut berbakat dari
salom-salom kecil. Sewakan tempat yang bagus, lengkapi dengan alat, beri
brand yang khusus, dan suntik dengan sistem pelayanan yang
sempurna. Anda pun sudah memiliki sebuah usaha pemangkas rambut yang eksklusif.
6.
Jadi Agen
Mirip dengan sebelumnya, Anda bisa membuka kantor keagenan
atau biro yang menyediakan jasa atau layanan spesifik.
Misalnya agen modeling, foto model, penyanyi berbakat, head hunter, pengisi
acara hiburan, biro jodoh, baby sister, dll. Untuk
usaha ini, Anda perlu pengalaman dan relasi. Tetapi Anda bisa tangani sendiri
atau mempekerjakan orang-orang berbakat di dalamnya.
7.
Jual Barang Second
Masih
sedikit yang peka dengan usaha ini. Barang second dengan nilai
bisa punya harga tinggi. Anda bisa memburu barang-barang bermerk
asli yang sudah tidak dipakai lagi. Anda bisa menjualnya di tempat lain
dan dengan harga spesial. Banyak ekspatriat, selebritis, pengusaha,
sampai jenderal yang punya selera berpakaian dan beraksesoris mahal di
negeri ini. Anda tidak akan kekurangan barang.
8. Buka Kantor
Semisal Anda berlatar belakang profesi
seperti dokter, akuntan, pengacara, notaris, desainer, trainer,
ataupun konsultan. Jika sekarang masih jadi ‘pekerja’ di
perusahaan orang, siap-siaplah merintis buka kantor sendiri. Kurang modal
dan SDM? Ajak kolega atau teman seprofesi untuk patungan modal. Juallah
skill dan pengalaman Anda. Jika reputasi bagus, relasi banyak, jangan kuatir
kekurangan klien.
9. Jalankan DS/MLM
Bisnis ini prospektif, walau belum banyak dipilih menjadi
alternatif. Direct Selling dan Multi-Level
Marketing sering disebut people franchise.
Modalnya murah meriah, namun sudah didukung produk yang
bagus, sistem pemasaran, pelatihan, dan
jenjang karier. Sebagian perusahaan memberi
kesempatan member mendirikan perseroan sendiri
(authorized distributor) atau stockist. Namun
waspadalah! Hindari bisnis skema piramid atau money game yang berkedok
MLM.
10.
Beli Waralaba
Yang modalnya lumayan besar, tapi tak mau repot
pikirkan usaha yang sama sekali baru, beli waralaba (franchise) bisa jadi
pilihan. Waralaba merupakan jenis usaha yang
relatif terstandarisasi. Butuh kejelian membaca waralaba
mana yang bagus. Berikut kemampuan membaca potensi pasarnya. Kini
makin banyak pilihan waralaba, yang butuh modal besar atau sedang-sedang saja.
11.
Beli Usaha Prospektif
Ada pula usaha tertentu punya keunikan
dan SDM bagus. Prospek ke depannya pun cerah. Sayang untuk berkembang
untuk lebih jauh, usaha itu tidak punya modal lebih.
Jika modal Anda cukup besar, dan menurut kalkulasi
usaha itu bisa dikembangkan lebih pesat lagi,
Anda bisa membelinya. Cara ini relatif lebih
mahal, tetapi lumayan disukai investor tulen.
12.
Beli Usaha Sekarat
Banyak usaha sekarat, bukan karena tidak ada prospek. Namun semata-mata
karena manajemennya ambaradul. Jika Anda cukup jeli memetakan
prospek ke depannya dan cukup pengalaman merekayasa ulang
usaha, maka inilah peluang menarik. Usaha seperti ini bisa Anda beli
dengan harga relatif murah. Kadang malah seperti
harga ‘grosir’. Namun ingat, biaya pemolesannya harus
Anda kontrol.
13.
Buka Lokasi
Beberapa
usaha cepat sekali berkembang karena faktor lokasi. Semisal, ada
pembangunan perumahan mewah di daerah pinggiran. Jika perumahan itu laku,
umumnya perekonomian di situ akan cepat berkembang. Fasilitas
pendukung akan makin banyak dibutuhkan. Nah,
layani warga setempat dengan produk atau jasa
yang sangat mereka butuhkan. Jangan lupa, pilihlah lokasi yang
paling strategis di sana.
14. Usaha Bersama
Kadang usaha tertentu bisa lebih bagus jika
didirikan dan dikelola bersama-sama. Semisal Anda kuper,
tapi jago masak masakan asing. Sementara teman dekat Anda
jago melobi dan punya relasi luas. Bisa saja Anda bersama-sama
buka usaha restoran. Kelebihan masing-masing bisa saling
memperkuat usaha baru, sekaligus memperbesar basis modalnya.