Melakukan sesuatu dalam keadaan dan kondisi baik-baik rasanya begitu
mudah, dan mungkin pekerjaan itu bisa lebih memotifasi, memberi
semangat dan membakar gairah kita. Namun sebalik nya, jika ternyata
diantara kesungguhan kita, ditengah-tengah semangat kita yang
berkobar-kobar, tiba-tiba situasi yang tidak menguntungkan mulai
mengancam kenyamanan kita, membuat kita hampir lepas kendali dan
berpikir apanya yang salah. Atau bisa jadi kita mulai mencari kambing
hitam dan mempersalahkan orang lain.
Situasi ini
pernah dihadapi oleh Yohanes si Perintis jalan. Jalan hidupnya penuh
gairah dan semangat yang berkobar untuk memberitakan pertobatan "Sebab
Kerajaan Allah sudah dekat". Hampir setiap hari dalam jalan hidupnya
dia membaptis orang yang bertobat. Penginjilannya penuh semangat. (Mat
3:1-12) Karena semangat yang luar biasa itu, ia pun rela untuk hidup
jauh dari keramaian - biasa hidup di padang - makanan nya pun hanya
terdiri dari madu dan belalang. Namun di ending hidupnya ia
diperhadapkan pada situasi yang begitu berat. Hukuman mati sedang
menantinya. Manusiawi sekali kalau dia mulai berpikir dan bertanya-tanya
tentang apanya yang salah. Apakah ia selama ini salah orang, apakah
Yesus yang dia baptis bukan Yesus yang seharusnya jadi penyelamat
manusia. Keraguannya nyata ketia ia mengutus muridnya pergi bertanya
kpd Yesus, tentang apakah benar Yesus yang ia telah perkenalkan kpd
banyak orang, benar-benar adalah Yesus Sang Juruselamat manusia itu atau
bukan (Mat 11:2-6). Akhirnya Yesus mengirim pesan kembali kepada
Yohanes dan berkata "Berbahagialah Yohanes jika ia tidak menjadi kecewa
dan menolak-Nya"
Pesan ini sampai kepada kita.
Ditengah-tengah situasi yang berat dan mencekam. Disaat kondisi kita
begitu sulit, karena kita sedang mempertahankan kemurnian hati kita,
serta bertanya dengan penuh kecewa "Tuhan kenapa hidup yang kujalani
ini begitu sukar, begitu pahit, bukankah aku telah berusaha sungguh-2
mencintai Engkau dengan berlaku setia dihadapanMU? Ia hanya akan
berpesan "Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak
Aku".
Apapun situasi dan kondisi kita saat ini, tetaplah
bertahan, sebab Yesus yang kita percayai adalah benar-benar Yesus Sang
Mesias yang menyelamatkan hidup kita saat ini dan telah menjamin untuk
hidup kita yang akan datang. (Mat 11: 25-30; Yoh 14:6) Jangan pernah
kecewa!
Popular Posts
-
1.1 Pengertian Bisnis dan Jenisnya Pada dasarnya setiap manusia pasti memiliki berbagai kebutuhan untuk tetap dapat menjala...
-
KODE PERILAKU PROFESIONAL Kode Perilaku Profesional AICPA menyediakan baik standar umum perilaku yang ideal maupun peraturan perilaku k...
-
PENGETIAN PASAR DAN PEMASARAN a.) Pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli atau area yang mengandung kekuatan p...
-
A. Hakikat Bisnis Internasional 1. Perdagangan internasional Merupakan perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan pe...
-
PENDAHULUAN Sejalan dengan perkembangan jaman yang semakin maju serta laju perekonomian dunia yang semakin cepat, dan diberlakuka...
-
PERKEMBANGAN MANAJEMEN PRODUKSI Manajemen produksi berkembang setelah manusia menghasilkan barang dan jasa. Pesatnya perkembangan manajem...
-
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB MANAJER KEUANGAN Peran dan tanggung jawab manager keuangan meliputi perolehan dana, pengumpulan dana, pembayar...
-
1. Pengertian perusahaan Perusahaan dapat didefinisikan sebagai suatu organisasi produksi yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sum...
-
Marie H. Kavanagh, Lyndal Drennan Sekolah Akuntansi, Ekonomi dan Keuangan, University of Southern Queensland, Toowoomba, 4350, A...
-
Melakukan sesuatu dalam keadaan dan kondisi baik-baik rasanya begitu mudah, dan mungkin pekerjaan itu bisa lebih memotifasi, memberi sema...
Blog List
Rabu, 15 Oktober 2014
Senin, 13 Oktober 2014
.Terima Kasih buat kegagalan.
.Matius 11:28-30.
"Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yg Kuberikan tdk seperti yg d'berikan oleh dunia kepadamu."(Yohanes 14:27)
setiap org pernah mengalami kegagalan.
Orang-orang yg saat-saat ini kita lihat telah mengalami sukses dulu juga sama seperti kita, mereka i2 pernah berada d'bawah.
Mereka pernah gentar menghadapi kekalahan. Mereka pernah k'hilangan gairah hidup saat menghadapi tantangan.
Yg luar biasa dari k'banyakan orang-orang 'sukses' itu adalah mereka gigih berjuang, pantang menyerah, dan berjiwa besar saat mengalami kegagalan.
Misalnya, rasul petrus. Petrus pernah gagal.
Ia pernah menyangkali Tuhan kita sebanyak 3x, namun setelah ia sadar, ia bangkit kembali dan malah menjadi pengubah dunia yg luar biasa.
Tidak kalah dengan itu. Rasul Paulus, ia pernah gagal, ia pernah salah arah, pernah menganiaya banyak sekali orang-orang percaya dan membunuh mereka.
Namun, akhirnya, setelah bertemu dengan Tuhan Yesus secara pribadi, Paulus bangkit dan menang atas kegagalannya d'masa lampau. Ia menjadi rasul yg paling giat bekerja bagi Kerajaan Tuhan kita, YESUS KRISTUS.
Youthers, orang yg gagal seringkali gelisah, ia selalu merasa tertuduh karena ia selalu saja merasa kalah.
Orang yg gagal selalu murung dan cemberut, hatinya terluka dan terkadang juga timbul gejala" traumatis engga berani melangkah lagi.
Takut kalah dan gagal lagi.
Padahal tentu Tuhan mempunyai maksud dan tujuan yg pasti atas setiap kegagalan kita.
Justru kegagalan adalah cara d'mana Tuhan ada untuk menguatkan kita.
Ketidakberdayaan atas kegagalan juga merupakan sisi yg baik d'mana kita bisa mencari sandaran yg tepat, yaitu datang kepada YESUS KRISTUS.!
Nah youthers. Berterima kasihlah selalu pada Tuhan dalam segala hal Ia akan selalu ada untuk kita.
"Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yg Kuberikan tdk seperti yg d'berikan oleh dunia kepadamu."(Yohanes 14:27)
setiap org pernah mengalami kegagalan.
Orang-orang yg saat-saat ini kita lihat telah mengalami sukses dulu juga sama seperti kita, mereka i2 pernah berada d'bawah.
Mereka pernah gentar menghadapi kekalahan. Mereka pernah k'hilangan gairah hidup saat menghadapi tantangan.
Yg luar biasa dari k'banyakan orang-orang 'sukses' itu adalah mereka gigih berjuang, pantang menyerah, dan berjiwa besar saat mengalami kegagalan.
Misalnya, rasul petrus. Petrus pernah gagal.
Ia pernah menyangkali Tuhan kita sebanyak 3x, namun setelah ia sadar, ia bangkit kembali dan malah menjadi pengubah dunia yg luar biasa.
Tidak kalah dengan itu. Rasul Paulus, ia pernah gagal, ia pernah salah arah, pernah menganiaya banyak sekali orang-orang percaya dan membunuh mereka.
Namun, akhirnya, setelah bertemu dengan Tuhan Yesus secara pribadi, Paulus bangkit dan menang atas kegagalannya d'masa lampau. Ia menjadi rasul yg paling giat bekerja bagi Kerajaan Tuhan kita, YESUS KRISTUS.
Youthers, orang yg gagal seringkali gelisah, ia selalu merasa tertuduh karena ia selalu saja merasa kalah.
Orang yg gagal selalu murung dan cemberut, hatinya terluka dan terkadang juga timbul gejala" traumatis engga berani melangkah lagi.
Takut kalah dan gagal lagi.
Padahal tentu Tuhan mempunyai maksud dan tujuan yg pasti atas setiap kegagalan kita.
Justru kegagalan adalah cara d'mana Tuhan ada untuk menguatkan kita.
Ketidakberdayaan atas kegagalan juga merupakan sisi yg baik d'mana kita bisa mencari sandaran yg tepat, yaitu datang kepada YESUS KRISTUS.!
Nah youthers. Berterima kasihlah selalu pada Tuhan dalam segala hal Ia akan selalu ada untuk kita.
Categories
Motivasi
Langganan:
Postingan (Atom)
Tiodor Juita. Diberdayakan oleh Blogger.